Dinas BMBK Provinsi Lampung Diduga Mengabaikan Proyek Jalan Tanpa Volume di Tulang Bawang

Revolusinusantara.com | Tulang Bawang – Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung diduga mengabaikan proyek perbaikan ruas Jalan Unit 8 Gedung Aji, Kecamatan Banjar Baru, Kabupaten Tulang Bawang yang dikerjakan oleh CV. Karya Kita. Proyek ini menjadi sorotan lantaran tidak mencantumkan informasi volume pekerjaan (panjang dan lebar) pada papan informasi proyek.
Proyek jalan yang menelan anggaran sebesar Rp9.420.984.000 (sembilan miliar empat ratus dua puluh juta sembilan ratus delapan puluh empat ribu rupiah) tersebut diduga sarat dengan penyimpangan. Ketidakhadiran informasi volume pekerjaan memicu dugaan bahwa pihak pelaksana proyek berusaha meraup keuntungan pribadi.
Anehnya, meskipun berita ini telah viral di media sosial dan dibagikan ke akun resmi Facebook BMBK Provinsi Lampung, pihak dinas terkesan tutup mata dan tidak menanggapi keluhan serta kritik masyarakat sekitar.
Tak hanya papan proyek yang tidak transparan, pekerjaan pembangunan talud juga ditemukan tidak sesuai dengan standar teknis. Batu-batu pondasi talud diduga hanya ditumpuk tanpa adukan semen, kemudian dipoles dari luar agar terlihat rapi dan kokoh. Cara ini menimbulkan kekhawatiran akan kualitas konstruksi yang asal jadi.

Upaya wartawan untuk mengonfirmasi hal ini kepada pengawas proyek, kontraktor, maupun pihak dinas berakhir buntu. Tidak satu pun dari mereka berada di lokasi, dan para pekerja pun tidak mengetahui nama kontraktor atau pengawas proyek. Minimnya pengawasan dari Dinas BMBK Provinsi Lampung membuat proyek ini terkesan dikerjakan secara asal dan tanpa kejelasan kepada publik.
Dugaan kuat muncul bahwa pelaksanaan proyek ini telah melanggar Undang-undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Menteri PUPR No. 14 Tahun 2020 yang mewajibkan keterbukaan informasi proyek. Faktanya, tidak ada satu pun nomor kontak pejabat atau pelaksana proyek yang tertera di papan informasi.
Masyarakat dan media merasa diabaikan. Pihak-pihak terkait seolah alergi terhadap transparansi, khususnya dalam memberikan informasi publik terkait rincian pekerjaan dan penggunaan dana negara. Pekerjaan pun tetap berjalan meski diduga penuh penyimpangan.
Dugaan adanya kerja sama antara kontraktor CV. Karya Kita dan oknum-oknum di Dinas BMBK untuk menutupi volume pekerjaan demi keuntungan pribadi mencuat. Ketertutupan, tidak adanya pengawasan, dan dugaan kolusi, korupsi, serta nepotisme (KKN) menambah kuat dugaan tersebut.
Proyek ini seolah-olah sengaja dirancang agar tidak bisa diawasi masyarakat, demi melancarkan aksi penggerogotan uang rakyat. Anggaran miliaran rupiah yang berasal dari uang negara justru menjadi ajang pesta pora oknum yang tidak bertanggung jawab, sementara masyarakat hanya bisa menyaksikan.
Masyarakat Tulang Bawang kini menantikan tindakan tegas dari Gubernur Lampung, Bapak Rahmat Mirzani Djausal, agar segera menindaklanjuti kritikan melalui berita ini dan menegur keras Dinas BMBK Provinsi Lampung.
Penegak hukum dan Inspektorat Provinsi Lampung juga diharapkan segera turun tangan. Jika pelanggaran ini terus dibiarkan, maka kejadian serupa bisa terulang kembali di masa depan.
Kondisi jalan rusak yang masih banyak dijumpai di Lampung telah meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sebelumnya. Padahal, saat ini Gubernur Rahmat Mirzani Djausal tengah berjuang memperbaiki infrastruktur jalan di seluruh provinsi. Sayangnya, usaha tersebut malah dijadikan celah oleh oknum-oknum tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi dari anggaran negara.
Media ini selalu membuka waktu untuk terduga memberikan hak jawab dan hak koreksi agar dapat diterbitkan Kemabli di media yang sama
Sampai diterbitkan berita ini pihak kontraktor dan pihak Dinas yang ada di lapangan belum bisa dimintai keterangan, tentang dugaan dugaan tersebut dikarenakan setiap wartawan media ini mendatangi lokasi pekerjaan, pihak kontraktor dan pihak pengawas dari dinas terkait selalu tidak ada di lokasi. (ZULKIFLI)


