Kakam Tertidur Di Sofa Saat Jam Kerja Publik Minta Camat Tegur Dan Berikan Sangsi Tegas Pada Kakam

Revolusinusnatara.com Tulang Bawang – Miris. Kantor yang seharusnya tempat bekerja untuk menjalankan tugas-tugas sebagaimana mestinya, namun hal ini seakan terbalik. Kantor malah dijadikan tempat tidur sementara oleh Kepala Kampung S.N. Rabu 5 Agustus 2026.
Pasalnya saat wartawan menanyakan keberadaan Kakam pada Sekdes kampung, Sekdes pun menyatakan bahwa Kakam S.N ada di ruangan kantornya. Sesampainya wartawan di ruangan kerja Kakam, sangat terkejut ketika melihat Kakam sedang tertidur pulas di sofa yang ada di ruang kerjanya.
Melihat Kakam tertidur di sofa, awak media pun sengaja mengajak Kakam S.N untuk berbicara. Namun sangat disayangkan, Kakam seakan tidak menanggapi kedatangan wartawan yang bertujuan kontrol sosial. Sampai awak media keluar pun Kakam tidak beranjak dari sofa tempat ia tidur.
Hal ini kuat dugaan Kakam sengaja pura-pura tidur saat mendengar kedatangan wartawan yang akan melakukan kontrol sosial. Sehingga kedatangan wartawan seakan tidak diindahkan. Apakah ini bentuk arogansi kekuasaan atau memang sudah keterlaluan karena merasa tidak ada yang berani menegur?
Perbuatan ini tidak hanya memalukan, tapi menghina kecerdasan masyarakat. Sebagai Kepala Kampung seharusnya memberikan contoh tauladan bagi semua stafnya. Dengan tertidur pulas di sofa dalam ruang kerja pada saat jam kerja, perbuatan ini mencerminkan tata tertib disiplin kerja yang sudah busuk dan bobrok.
Ini bukan kali pertama. Jika dibiarkan, maka kantor kampung akan berubah fungsi menjadi “kos-kosan gratis” bagi pejabat yang malas. Rakyat bayar pajak, negara gelontorkan Dana Desa miliaran, giliran pelayanan nol besar karena pimpinannya sibuk tidur.
Contoh ini mengingatkan pepatah lama: jika pimpinan memberikan contoh yang baik, maka para jajarannya akan lebih baik lagi. Jika pimpinannya memberikan contoh tidak baik, jangan salahkan jika dikemudian hari para jajaran akan ikut menjadi pemalas.
Sebagai Kepala Kampung adalah motor penggerak pemerintahan di tingkat paling bawah. Tugasnya melayani masyarakat, bukan melayani rasa kantuk di atas sofa empuk kantor. Jam 10.00 WIB adalah jam produktif. Di saat yang sama warga mengantri butuh pelayanan, tanda tangan, dan surat penting. Tapi pemimpinnya justru terlelap nyenyak di sofa dalam ruangan kerja.
Ini adalah pelanggaran disiplin nyata dan pelecehan terhadap amanah jabatan. Berdasarkan PP No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS dan *Permendagri No. 20 Tahun 2018* tentang Pengelolaan Keuangan Desa, Kepala Kampung wajib hadir dan bekerja penuh selama jam kerja. Jam kerja adalah waktu negara. Menggunakannya untuk tidur di sofa adalah pengkhianatan terhadap gaji yang dibayar dari pajak rakyat.
Contoh pemimpin tingkat kampung menentukan nasib warga dalam satu kampung. Jika di ruang kerja saja kepala kampung bisa tertidur pulas, bagaimana dengan stafnya? Jangan heran jika ke depan jam kerja molor, pelayanan lambat, kantor sering kosong. Karena ikan busuk memang mulai dari kepalanya.
Bayangkan jika semua perangkat kampung meniru. Pagi absen, siang tidur, sore pulang. Uang negara miliaran untuk Dana Desa, ADD, dan program kampung akan habis untuk menggaji orang yang kerjanya tidur. Inilah cikal bakal pemerintahan yang apatis, korup, dan tidak becus.
Warga berhak marah. Mereka memilih pemimpin untuk bekerja, bukan untuk tidur. Mereka membayar pajak dan menyetor dana desa agar ada pembangunan, bukan untuk membiayai “hotel gratis” di kantor kampung. Martabat lembaga pemerintahan direndahkan oleh ulah satu orang yang tidak tahu malu.
Dalam hal ini publik berharap Camat dan Inspektorat Kabupaten Tulang Bawang harus segera turun tangan. Jangan hanya bisa rapat dan seremonial. Buktikan bahwa pengawasan berjenjang masih berfungsi.
1. Panggil dan berikan teguran tertulis 1, 2, 3. Catat dalam berkas kepegawaian.
2. Lakukan pembinaan langsung di kantor kampung. Biar malu dan jera.
3. Jika terbukti berulang dan tidak ada perubahan, COPOT dari jabatan. Negara tidak butuh pemimpin pengkhianat waktu kerja.
Jangan biarkan pembiaran ini menjadi preseden buruk. Jika Camat diam, maka Camat ikut andil merusak birokrasi di tingkat bawah. Pemerintahan butuh pemimpin yang bangun, bukan yang tidur. Butuh pelayan rakyat, bukan raja di atas sofa.
Kepada seluruh Kepala Kampung di Tulang Bawang, ingat: Kursi jabatan itu amanah. Sofa kantor bukan untuk tidur, tapi untuk menerima tamu dan melayani rakyat. Bekerjalah seperti rakyatmu bekerja keras di sawah dan ladang. Karena pemimpin yang baik tidak tidur saat rakyatnya masih butuh.
Hak Jawab: Pihak Kepala Kampung S.N dan Camat setempat berhak memberikan klarifikasi dan tanggapan atas pemberitaan ini untuk dimuat secara berimbang. (Laporan Awak Media. MDr)
