
Revolusinusantara.com Tulang Bawang -Kepala SMAN 1 Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, Siti Nursiah, M.Pd., menyoroti tantangan dunia pendidikan dalam menjaga kedisiplinan dan karakter peserta didik di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi.
Menurutnya, kemajuan teknologi membawa dampak terhadap perubahan perilaku remaja sehingga membutuhkan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
“Modernisasi adalah tantangan sekaligus peluang. Tantangan terbesar kami adalah bagaimana menjaga anak-anak agar tidak tergerus dampak negatif kemajuan zaman, namun tetap mampu memanfaatkan sisi positifnya untuk meraih prestasi,” ujar Siti Nursiah di SMAN 1 Menggala, Selasa,(13/10/2026).
“Tantangan terbesar saat ini adalah membangun kembali kesadaran kolektif tentang pentingnya disiplin. Disiplin bukan untuk menghukum, tetapi untuk membentuk karakter agar anak-anak siap menghadapi masa depan,” tegasnya.
“Saya sangat prihatin jika masih ada anak didik yang menyalahgunakan jam belajar untuk berada di luar lingkungan sekolah. Ini adalah alarm bagi kita semua yang menyangkut masa depan generasi,” lanjutnya.
Dukungan terhadap penegakan disiplin tersebut disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Menggala, Ridhansyah, S.H.
“Kami di Humas sangat mendukung penuh kebijakan Ibu Kepala Sekolah. Apa yang beliau sampaikan adalah cerminan kondisi nyata yang kami hadapi di lapangan setiap hari,” ujar Ridhansyah.
“Kami tidak akan pernah bosan untuk melakukan pembinaan dan pendekatan persuasif kepada siswa. Kami lebih mengedepankan pembinaan karakter daripada sekedar pemberian sanksi,” tambahnya.
“Kami juga mengimbau kepada seluruh wali murid untuk selalu menjalin komunikasi aktif dengan pihak sekolah. Jika ada anak yang tidak masuk tanpa keterangan, segera konfirmasikan kepada wali kelas,” imbaunya.
“Pintu Humas selalu terbuka 24 jam bagi orang tua yang ingin berkonsultasi terkait perkembangan anaknya. Mari kita jaga anak-anak kita bersama-sama,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Komite SMAN 1 Menggala, Alex Sander, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah sekolah.
“Sebagai Ketua Komite, saya mewakili seluruh wali murid menyatakan sikap mendukung penuh langkah tegas Ibu Kepala Sekolah dalam menegakkan kedisiplinan,” kata Alex.
“Kami di komite sangat prihatin dengan adanya siswa yang berkeliaran di luar pada saat jam pelajaran. Ini harus menjadi perhatian serius bagi kami sebagai orang tua,” ujarnya.
“Saya sudah sampaikan kepada seluruh pengurus komite dan perwakilan kelas, agar masing-masing orang tua lebih ketat mengawasi anaknya di rumah. Jangan sampai orang tua kalah dengan gawainya anak,” tegasnya.
“Komite akan menjadi jembatan antara sekolah dan orang tua. Jika ada orang tua yang anaknya bermasalah, kami siap membantu melakukan pembinaan bersama pihak sekolah,” jelasnya.
“Harapan kami, SMAN 1 Menggala harus menjadi contoh sekolah unggulan yang disiplinnya kuat. Karena tanpa disiplin, prestasi akademik tidak akan ada artinya. Mari kita kembalikan marwah SMAN 1 Menggala sebagai sekolah kebanggaan masyarakat Menggala,” pungkasnya. (Zulkifli).


